Puisi Dimarifa Dy & Aveus Har (Koran Tempo, 23 Agustus 2025)
Hikayat Burung
.
apakah pada suatu malam
kau juga mendengarnya
suara yang murni berdoa lamat
lamat
dikabarkan oleh pembawa kabar
yang kebetulan melintas
.
kabarnya burung-burung kecil
di sana
mereka tak punya lagi nama
untuk terus berevolusi
mereka menyamar sebagai ikan
yang menulis firasat-firasat
lalu dilupakan oleh hujan
kita melihat banyak orang yang
menyamar
menjadi penceramah yang mahir
dan menyimpan rahasia
dalam umpatan sendiri
.
burung-burung lalu terbang
ketika waktu menghilangkan
mimpinya pagi ini
pengkhotbah menulis lagi
dalam pikiranku kemarin
apakah yang bertelur dalam
di mulutku
kicaunya juga penuh dusta
.
2025
.
Dimarifa Dy adalah penulis yang lahir dan besar di Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Karyanya pernah dimuat di koran dan memenangi beberapa lomba. Ia menghadirkan ironi tentang perubahan zaman yang memantik kegelisahannya.
.
Gema Sunyi
.
denging
merambat
panjang
.
dari jantung pohon-pohon
kabarkan cerita yang hilang
ketika kita sedikit di atas primata
yang bergelantungan, telanjang
pohon pelindung kita menjulang
hidupku, hidupmu
matiku, matimu
sabda alam; mantra kita
.
kita menari tarian ranting
terayun seirama angin
kita nyanyikan lagu alam
seperti doa kumbang-kumbang
kita berdiam bersama batu
menyimak isyarat langit
kita hatur sesaji
: pada Dia yang apapun disebut nama
adalah Dia
adalah lantunan doa
.
cerita ruh dan tuah
menjaga hidup pohon-pohon
dan danyang penjaga sungai
penampung air mata pegunungan
yang mengalir bening
.
denging
merambat
panjang
.
di kanvas
abadi
.
.
Leave a Reply