Pusat Dokumentasi Puisi Koran Indonesia

Imam Budiman, Koran Tempo, Puisi

Orang Utan dan Macan Dahan

Orang Utan dan Macan Dahan - Puisi Imam Budiman

Orang Utan dan Macan Dahan ilustrasi Alvin Siregar/Koran Tempo

Puisi Imam Budiman (Koran Tempo, 16 Agustus 2025)

Orang Utan

.

tapak kakiku menyusun peta

jarak terujung hutan diam ini

.

kutelan dan semai biji buah

dari ampas duburku kemarin

.

pokok tumbuh anggit langit

dirobohkan mesin pembalak

.

tersesat tersiksa aku dirayakan

di balai konservasi dan bonbin

.

2025

.

Macan Dahan

.

terasingku dari jenis primata

yang memanjat dan munajat

kepada silsilah getah gaharu

.

sejak gemawan

menempeli|

kulitku

.

sejak taring

tertancap

gusiku

.

sejak cakar

mencariku

terlahir aku sukar beraum

tanpa dengkur di pucuk ini

.

2025

.

.

Imam Budiman, lahir di Samarinda, Kalimantan Timur. Karyanya tersebar di berbagai media. Ia merupakan pemenang terbaik pertama dalam sayembara cerita pendek pada perhelatan Aruh Sastra 2015 dan Sabana Pustaka 2016. Pada 2017, ia mendapat Student Achievement Award, kategori buku sastra pilihan, dari Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Pada 2018, ia meraih beasiswa kuliah singkat Klinik Menulis Fiksi di Tempo Institute. Buku kumpulan puisinya berjudul Kampung Halaman (2016) serta Salik Dakaik; Mencari Anak dalam Kitab Suci (2023). Saat ini, Imam mengabdikan diri sebagai guru bahasa dan sastra Indonesia serta Ketua Tim Perpustakaan—Literasi Pesantren Madrasah Darus-Sunnah Jakarta.

.
.
Orang Utan dan Macan Dahan. Orang Utan dan Macan Dahan. 

Leave a Reply

error: Content is protected !!