Puisi Galeh Pramudianto (Koran Tempo, 02 Agustus 2025)
Aislin dan Dinosaurus di Tempat Wisata
.
“Ibu, kenapa dinosaurus sudah tidak ada?” tanya Aislin
“Karena manusia terlalu cepat tumbuh
dan cepat lupa bermain lumpur” Ibu menjawab
.
“Kalau kamu mulai besar
jangan jadi orang dewasa menyebalkan
yang tidak percaya bahwa kami pernah hidup
tetapi lebih asik memilih memainkan tubuh kami
ketika koneksi internet mati
dengan meloncat ke sana kemari
atau menjadi spesies baru
yang tidak peduli apa pun
dan menyebutnya:
Raurus”
replika dinosaurus menjawab dalam hati.
.
2025
.
.
Aislin Mencoba Tidak Menjadi Apa-apa
.
Setelah menjadi batu, kursi dan meja
Aislin merasa lelah dengan hal-hal yang berbentuk
jadi sore itu ia memutuskan mencoba tidak menjadi apa-apa
.
Ia ingin lebih kosong dari kosong
lebih jeda setelah rehat kesekian
Ia melatihnya perlahan
berjalan di koridor tanpa menyentuh lantai
menatap buku pelajaran tanpa membaca apa-apa
menjawab pertanyaan ibu
dengan cara diam mematung
.
Kadang ia berdiri lama di kamar mandi
sampai uap cermin menghapus dirinya
juga ia duduk di rak sepatu
dan membayangkan dirinya
adalah lubang kecil di antara sandal dan debu
.
saat tidak berhasil
ia biasa saja
karena menjadi tidak apa-apa
berarti tak meninggalkan jejak apa-apa
.
Dan di sekolah teman-temannya bertanya
“Kamu kenapa tidak nongkrong lagi?”
.
Aislin menjawab dalam hati,
“Karena aku sedang latihan menjadi
sesuatu yang tak perlu ditemukan”
.
Malam hari ia menghapus akun media sosialnya
dan untuk pertama kalinya
mimpi pun tidak datang mencarinya.
.
2025
.
.
Leave a Reply