Puisi Tri Budiyanto (Suara Merdeka, 21 September 2025)
Laut
.
laut biru laut hijau laut merah laut hitam laut jingga laut abuabu laut kelabu laut kuning laut jambon laut cokelat laut putih laut transparan laut pelangi laut ungu laut violet laut kesumba laut pink pink floyd lah!
.
laut pingsan laut sadar laut edan laut waras laut serakah laut kemaruk laut debil laut ngedan laut gila gilagilaan luh!
.
laut duka laut sedih laut luka laut cemas laut depresi laut emosi laut tawa laut bahagia laut canda laut komedi laut srimulat laut lawak laut lucu luculucuan thok kau!
.
laut paham laut ngerti laut mudheng laut isa laut i know laut sombong laut takabur laut tahu ah sok†tahu lu!
.
laut adil laut sejahtera laut makmur laut sehat laut sakit laut kenyang laut lapar laut gizi laut makan makan tu racun!
.
laut baik laut jahat laut sabar laut diam laut kicau laut ramai laut celoteh laut tengcrowet laut ngobrol laut bicara laut curhat laut ngibul laut omong omong kosong aja kau!
.
laut embun laut basah laut hujan laut dingin laut sejuk laut gerah laut uap laut gembrobyos laut sumuk laut angin laut segar laut gunung laut sungai laut lembah laut ngarai laut jurang laut hutan laut pohon laut daun laut cabang laut ranting laut akar laut umbi laut air laut udara laut tanah tanah dipajak mampus kau!
.
laut kepala laut dahi laut bathuk laut telinga laut mata laut hidung laut bulu hidung laut kumis laut brewok laut godek laut rambut laut jembut laut sikil laut penthil laut susu laut lidah laut ilat laut gigi laut untu laut lambe laut bibir laut cangkem laut mulut mulut besar kau!
.
laut keringat laut nadi laut aorta laut virus laut vaksin laut bakteri laut campak laut penyakit laut disentri laut tbc laut kanker laut inus†laut syaraf laut stroke laut parkinson laut aids laut odgj laut liur laut idu laut abab laut ludah laut dahak laut kelenjar laut luka laut borok laut udun laut muntah laut nanah laut darah darah tumpah!
.
Agustus 2025: Timbulsloko
.
.
Lapar
.
Awas kau lapar
Kutelan kau
Sampai habis
Dan kau tak pernah
Lagi punya rasa lapar
.
Awas kau lapar
Jangan datang datang
Aku sudah kenyang
Dengan rasa laparmu
.
Awas kau lapar
Jangan kau menguliti perutku
Aku sudah jemu
Dengan hujaman belatimu
.
Awas kau lapar
Jangan kau gelitik
Rasa laparku
Urat urat perutku
Kebal dengan rayuanmu
.
Awas kau lapar
Jangan mengganggu perutku
Kau menu terenak
Dalam rasa laparku
Bersiaplah
Kau kusantap
.
Semarang, 24 Juli 2023
.
.
Dibawa oleh Angin
.
Angin menikung
Aku tertikung
Angin menerjang
Aku terjengkang
Angin semilir
Aku tersihir
Angin sepoi sepoi
Aku indehoi
Angin mencumbu
Aku merindu
Angin selingkuh
Aku ah uh
Angin khianat
Aku tak merasa laknat
Bersama mu
.
Semarang, 31 Juli 2023
.
.
Leave a Reply