Puisi Salman Aristo (Koran Tempo, 06 September 2025)
Negara Tak Boleh Mengingat
.
Aku menolak jadi penyair
di negeri yang takut pada ingatannya sendiri.
.
Tak ada yang selesai di sini—
bahkan diam pun dicurigai.
.
Kata-kata dibungkus rapi
seperti paket yang tak akan pernah dikirim.
.
Malam terlalu panjang untuk doa
terlalu pendek untuk tangisan.
.
Sajak tinggal tulang.
Dan tulang tinggal dalam.
.
.
Puisi yang Lolos dari Hujan
.
Sudah kukunci pintu,
tirai pun kutarik rapat—
tak ada yang turun malam ini.
Aku tahu kau di luar,
menggoda seperti kebiasaan,
mendesis di aspal ingatan.
.
Tapi baitku kali ini
tidak butuh rintik.
Ia cukup duduk,
mengeringkan kata
yang sempat kuyup oleh
penyair lain.
.
Biarlah yang basah jadi lagu,
yang deras jadi lukisan,
yang rinai jadi kenangan.
.
Puisi ini berjalan sendiri—
tanpa payung,
tanpa kau.
.
.
Leave a Reply